Saya memandang masa-masa yang saya habiskan untuk bekerja sebagai masa kuliah dalam jurusan makna hidup. 

Saya sebisa mungkin mem-framing pekerjaan keseharian sebagai kuliah hidup karena ternyata waktu yang kita habiskan untuk bekerja cukup banyak. Sangat sayang kalau dianggap beban semata. 

Coba kita hitung kasaran sebentar. Lebih dari sepertiga usia kita dalam masa produktif dihabiskan untuk bekerja. Maka sebisa mungkin saya mencari makna di sebaliknya. 

Kalau kita bekerja dalam seminggu 40 jam (Standar 5 hari kerja, 8 jam per hari), lalu tidur 8 jam sehari dan 56 jam seminggu. Sisanya untuk kegiatan lain 72 jam. Maka waktu kerja adalah sekitar 24% dari keseluruhan jam kita dalam seminggu. 

Kalau waktu tidur diabaikan maka waktu kerja adalah hampir 36% dari keseluruhan masa terjaga di usia produktif kita. Lebih dari sepertiga usia produktif kita, bukan? 

Maka demi memanfaatkan waktu itu, saya mencari pelajarannya dengan mengamati sekitar. Apa kisah teman-teman kantor dan saya sendiri? Saya membaca keseharian dan menyocokkannya dengan buku-buku yang saya baca, lalu saya tulis kembali. 

Itu sebab saya sangat bersyukur saat menemukan buku-buku yang isinya orang-orang secara jujur menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi dalam pekerjaan dan keseharian dan hikmah di sebaliknya. 

Hal itu mahal. Karena kadangkala dalam kerja rata-rata kita terpaksa memakai topeng supaya terlihat kuat dan tidak ada celah, sehingga hubungan yang lebih manusiawi berbagi cerita hidup ini menjadi sulit. 

Bisa dimengerti sih, karena setiap kita memiliki tanggung jawab masing-masing dan semua berusaha kuat menanggungnya. 

Maka itu saya surprise juga saat membaca mengenai Steve Jobs yang kebingungan arah hidup dan karir di awal-awal lalu akhirnya menemukan harmoninya di akhir. 

Steve wozniak kesulitan membangun networking karena pendiam tetapi karyanya yang menarik orang-orang datang padanya. Networking dengan cara berbeda. 

GSP yang atlet MMA merasa takut berkelahi dan seperti ingin lari dari ring. Tapi akhirnya dia tetap bertahan dan jadi juara dunia meski rasa takut tidak pernah hilang. 

Austin Kleon yang seorang seniman tiap hari bergelut dengan rasa bosan akan rutinitas tetapi dia keep going karena rutinitas yang membosankan itulah hal yang bisa dia kontrol. Ada up and down kehidupan ada naik turun apresiasi orang terhadap karya, tapi i dont care saya tetap buat karya setiap hari. Katanya. 

Marcus Aurelius yang seorang kaisar menulis jurnal di pinggiran sungai sambil bercerita pada dirinya sendiri. 

Betapa sepanjang sejarah orang-orang menghabiskan hidup mencari makna. Yang kita sering lupa adalah sebagian besar waktu pencarian itu ada di dalam pekerjaan kita setiap hari. 

Maka itu betapapun bosannya saya setiap hari tetap saya liat sekeliling sambil membatin apa pelajaran yang saya bisa catat hari ini?

Tinggalkan Balasan