Jika kita ingin mendapatkan ide-ide kreatif, tengoklah hal-hal lain di luar bidang yang biasa kita geluti. Dia bisa memberikan kita kesegaran ide, dan yang lebih penting membuat kita tetap humble karena banyak hal yang kita belum tahu.

Saya membaca tulisannya Derek Sivers, seorang Mantan Musisi, pebisnis yang terkenal karena di jaman sebelum PayPal meledak dia sudah membuat sebuah web CDBaby untuk penjualan musik-musik Indie. Dia menjelaskan betapa dia merasa hebat karena membuat bisnis itu, lalu dia memutuskan menjualnya, dan mempelajari hal lain, di sana dia baru menyadari dirinya kecil.

Melihat hal-hal lain di luar domain kita, memang punya efek yang baik. Saya bercermin dari pengalaman pribadi karena pengalaman kerja yang bervariasi. Awalnya dari kuliah geologi, lalu banting setir sedikit menjadi engineer di dunia lapangan migas. Dari sana kemudian pindah ke kantor, lalu pindah lagi ke Quality, lalu pindah lagi ke dunia supply chain. Ternyata banyak hal yang bisa dipelajari karena di setiap tempat ada pakarnya sendiri-sendiri.

Saya ingat awalnya saya tidak mengerti Quality sama sekali karena hanya mengerti engineering. Lalu saya tersadarkan karena lewat orang-orang Quality-lah saya tahu bagaimana cara berpikir sistemik, mengerti bagaimana menganalisa masalah dan paham struktur manajemen quality.

Lalu dari orang-orang supply chain saya mengerti manajemen rantai pasok dan aliran distribusi logistik, akhirnya bisa melihat industri secara lebih bird eye view karena dikaitkan dengan situasi regional dan global. Sesuatu yang sebelumnya tidak saya lihat saat semata menggunakan kacamata engineer.

Semuanya memberikan insight yang fresh dan juga membuat lebih humble karena ternyata banyak hal yang kita belum tahu.

Seninya ternyata di situ, ada pada ketersediaan belajar lebih jauh, menyadari banyak yang kita belum tahu, dan menjaga supaya kita tetap bisa berbuat dan berbagi meskipun dalam banyak kesempatan kita merasa tidak tahu banyak dan merasa dangkal.

Perasaan merasa diri sendiri sangat dangkal ini bahkan bisa destruktif lho. Derek Sivers yang saya ceritakan di awal, bahkan setelah kesuksesannya menjual domain bisnis CDBaby senilai 22 M USD dia sempat vakum beberapa tahun dari karya, saking merasa dirinya begitu dangkal dan orang lain sangatlah pintar-pintar.

Barulah hal itu teratasi saat kembali menyadari bahwa ada hal yang bagi kita merupakan hal yang biasa bagi orang lain bisa berharga. karena kita di luar domain. Sangat bisa jadi kita memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka meski bagi kita sangat biasa.

Misalnya saja, saat saya menghadapi beberapa isu supply chain, seringkali saya menjembatani antara supply chain dan operation dimana miss komunikasi sering terjadi karena manajemen di supply chain tidak mengerti bagaimana cara operation memandang. Sebuah hal yang sebenarnya sederhana tapi bagi orang di luar operation itu hal baru. Saya tinggal menjelaskan saja dari sudut pandang operation kenapa suatu produk itu penting? Sebuah produk tertentu patentnya dimiliki oleh siapa? Hal-hal yang basic tapi bagi orang di luar domainnya menjadi informasi berharga.

Saya teringat juga dengan contoh lainnya. Karena terbiasa dengan industri migas yang besar dan stabil, banyak hal yang saya tidak mengerti dari industri digital yang adaptive dan lincah berubah-ubah. Sesuatu yang bagi orang-orang di industri digital adalah hal yang biasa, perubahan terus menerus, aksi cepat, manajemen lincah, product beta, dll bagi saya yang di industri migas adalah hal baru.

Jadi hal yang bagi kita dianggap biasa, boleh jadi bagi orang lain hal yang luar biasa. Begitu sebaliknya, saat kita merasa diri kita sudah hebat, begitu kita keluar domain kita menjadi orang awam yang banyak hal kita tidak tahu. Harmoni di tengah-tengah inilah yang harus kita jaga agar tetap humble tapi juga tidak takut untuk berkontribusi.

Tinggalkan Balasan