Menunggu itu pekerjaan membosankan, dan ketidakpastian itu memunculkan kegelisahan. Maka setiap saya berada dalam suasana pekerjaan yang ambigu semacam itu saya teringat kisah Newton bagaimana dia bisa menulis buku yang legendaris Principia Matematica walaupun saat itu berada dalam karantina yang terpencil dan penuh ketidakpastian.

Di era sekarang ini ambiguity menjadi makanan pokok. Perubahan jalur reporting, struktur perusahaan berubah, project scope berganti dan forecast berubah di tengah jalan, AI mengubah skema permainan, dan banyak lagi. Bayangkan kita menghadapi perubahan seperti nakhoda kapal yang melihat arah angin berganti-ganti tiap beberapa saat. 

Tapi bercermin dari sejarah, ternyata ketidakpastian serupa pernah juga terjadi di zaman Newton hidup. Sekitar tahun 1665 London terkena wabah Pes. Gejalanya mengerikan dan karantina diberlakukan. Universitas Cambridge tempat Newton berada diliburkan. 

Sebagai seorang yang bukan dari keluarga berada Newton pulang ke kampung terpencilnya di utara Cambridge. Jauh dari akses pendidikan dan buku-buku. Jauh dari teman seprofesi. Tidak tahu bagaimana dengan karirnya ke depan, apakah dia akan kembali ke Cambridge? Dan yang paling menggelisahkan adalah tak tahu kapan situasi ini akan berakhir. 

Kegelisahan Newton mirip dengan kegelisahan manusia modern di era sekarang. Hanya saja alih-alih larut dalam kegelisahan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, Newton tetap mempertajam pedang intelektualnya dan fokus pada aksi jangka pendek yang dia bisa lakukan meskipun rencana ke depan masih terlihat kabur. 

Newton menulis sebisanya. Pada tahun karantina itu Newton menulis teori Gravitasi yang kita pakai sampai sekarang, ceritanya masyhur, dia terinspirasi melihat apel jatuh. Di saat yang sama Newton merumuskan kalkulus karena matematika saat itu tidak bisa menghitung simulasi apel jatuh dan gravitasi, di masa yang sama juga Newton merumuskan cahaya putih sebenarnya terdiri dari berbagai spektrum warna lewat percobaan prismanya. Saking produktifnya, tahun itu dijuluki year of wonders, Tahun Keajaiban. 

Semua teori itu kemudian dibukukan dalam sebuah judul Principia Matematica. 

Yang menarik adalah bahkan Newton sendiri awalnya tidak berniat membukukan tulisannya itu, akan tetapi karena dikompori oleh Edmond Halley (Sang penemu komet Halley yang legendaris itu) barulah kemudian Newton tergerak membukukan tulisannya. 

Kisahnya pun lucu, Edmond Halley -beberapa tahun setelah wabah- berdebat dengan beberapa ilmuwan tentang lintasan orbit planet berbentuk elips, lalu mendatangi Newton. Newton mengatakan lintasan orbit planet itu elips!

“Bagaimana kamu tahu?” Kata Edmond pada Newton.

“Lho dulu pas pandemi udah pernah saya hitung,” kata Newton. “Tapi lupa naro kertasnya di mana!”

Barulah Edmond mengomeli Newton karena Newton tahu rahasia semesta tetapi diam saja dan tidak mempublikasikannya. Hehehe. 

Pelajarannya untuk kita di zaman modern yang penuh ketidakpastian, setidaknya ada tiga:

Reflektif: Kembali Ke Core Value

Saat kita berada dalam situasi yang tidak pasti, saatnya kembali ke dalam diri dan melihat apa yang benar-benar kita cintai. Seperti Newton yang cinta pada pengetahuan dan tulisan, saatnya kita kembali ke fitrah. Apa panggilan sejati kita? Sebagai leader yang reflektif? Sebagai engineer yang teknikal? Sebagai penyambung silaturahmi?network builder?

Action oriented

Lakukan langkah kecil tanpa perlu menunggu kejelasan. SepertiNewton yang menulis apapun yang dia bisa, tanpa tahu bahwa tulisan itu yang kelak akan melambung dan menjadi sejarah pengetahuan. Kita bisa menulis, belajar teknis, belajar leadership, fokus continuous improvement, apapun saja aksi kecil yang bisa dilakukan yang selaras dengan value.

Terhubung dengan lingkungan yang supportif 

Seperti Newton yang awalnya ragu-ragu dengan tulisannya, lalu akhirnya dikomporin Edmond Halley untuk menerbitkan Principia Matematica, kita juga harus mencari lingkungan yang supportif untuk saling belajar. Kadang kala butuh orang lain untuk menguatkan dan menajamkan.

Ada yang sedang meniru Newton hari ini?


Tinggalkan komentar