45-Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Refleksi Karir dari Isaac Newton

Menunggu itu pekerjaan membosankan, dan ketidakpastian itu memunculkan kegelisahan. Maka setiap saya berada dalam suasana pekerjaan yang ambigu semacam itu saya teringat kisah Newton bagaimana dia bisa menulis buku yang legendaris Principia Matematica walaupun saat itu berada dalam karantina yang terpencil dan penuh ketidakpastian. Di era sekarang ini ambiguity menjadi makanan pokok. Perubahan jalur reporting, … Lanjutkan membaca 45-Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Refleksi Karir dari Isaac Newton

44-Belajar dari Wozniak (Co-Founder Apple): Networking Tanpa Basa-basi

Bagaimana caranya agar kita bisa melakukan networking tanpa perlu banyak basa-basi? Mengenai ini kita bisa belajar pada Co-Founder Apple, yaitu Steve Wozniak. Kita sepakat bahwa networking dan terkoneksi dengan banyak orang sangat penting di era sekarang, baik untuk bisnis, karier, maupun dampak sosial. Tidak mungkin memberikan kontribusi hanya untuk diri sendiri. Masalahnya, networking sering dipahami … Lanjutkan membaca 44-Belajar dari Wozniak (Co-Founder Apple): Networking Tanpa Basa-basi

43-Proposal Sepeda: Refleksi di Dunia Yang Cepat

Pernahkah saat anak Anda meminta dibelikan sepeda, Anda malah menyuruhnya membuat proposal? Kejadian lucu sekaligus ironis ini saya dengar di sebuah podcast. Tentang seorang CEO ternama di Malaysia, Tan Sri Zainal Abidin (mantan petinggi Perodua dan Proton). Suatu hari, beliau pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan pikirannya penuh dengan urusan pekerjaan. Saat anaknya datang … Lanjutkan membaca 43-Proposal Sepeda: Refleksi di Dunia Yang Cepat

42-Kenapa Banyak Baca Malah “Mbulet”? Dan Bagaimana Mengatasinya.

Kenapa kadang-kadang kita itu banyak membaca, atau banyak ikut pelatihan (course), tapi malah "mbulet"? Kenapa bisa begitu? Dan bagaimana cara kita mengatasinya? Kita sering melihat kampanye di YouTube atau media sosial untuk selalu membaca buku. Misalnya, menargetkan baca satu buku per minggu, atau minimal satu buku per bulan. Ada juga yang tiap tiga hari menamatkan … Lanjutkan membaca 42-Kenapa Banyak Baca Malah “Mbulet”? Dan Bagaimana Mengatasinya.

41-Benteng Mental: Strategi Tokoh Besar Bertahan di Tengah Tekanan

Saya tertidur lepas magrib, dan terbangun dini hari jam tiga. Lepas salat isya insting mengatakan ada hal penting yang harus saya kerjakan. Saya membuka laptop, membalas email urgent, dan tiba-tiba teringat bahasan “Benteng Mental”. Bagaimana strategi tokoh-tokoh besar untuk bertahan di tengah tekanan?Ceritanya bermula saat kemarin Kuala Lumpur libur. Saya, anak-anak, dan istri pergi ke … Lanjutkan membaca 41-Benteng Mental: Strategi Tokoh Besar Bertahan di Tengah Tekanan

40-Memaknai Ulang Transferrable Skills: Kenapa “Siapa Kita” Lebih Penting Ketimbang “Apa Jabatan Kita”

Di suatu weekend istri saya bertanya, “Pa, kira-kira apa jurusan kuliah yang tepat buat anak kita nanti? Mengingat kondisi zaman sekarang sudah maju banget, perubahan terjadi di mana-mana, dan kompetisi semakin ketat. Apa sih jurusan yang paling tepat?” Kami berdiskusi panjang. Muncul ide-ide, “Mungkin harus masuk Engineering yang berhubungan dengan luar angkasa,” atau “Biologi Molekuler!” … Lanjutkan membaca 40-Memaknai Ulang Transferrable Skills: Kenapa “Siapa Kita” Lebih Penting Ketimbang “Apa Jabatan Kita”

39-Bukan Ditemukan Tapi Dipanaskan: Refleksi Karir Dari Pinggir Lapangan Wushu

Siapa sangka, duduk di bawah pohon rindang sembari menonton anak saya latihan Wushu pagi ini mengingatkan saya kembali tentang bahasan klasik “bagaimana mengenali panggilan dalam hidup (calling)?” Bahasan ini terasa relevan kembali di zaman sekarang karena kita sering merasa salah tempat kerja, salah jurusan, atau merasa stuck dan melihat rumput tetangga lebih hijau. Seringkali muncul … Lanjutkan membaca 39-Bukan Ditemukan Tapi Dipanaskan: Refleksi Karir Dari Pinggir Lapangan Wushu

38-Halah Kesuwen: Konflik Dua Engineer dan Seni Pengambilan Keputusan Dalam Keterbatasan

Sekitar 15 tahun yang lalu sewaktu saya masih bekerja sebagai engineer di pengeboran migas, ada satu kisah klasik yang sering jadi becandaan kami waktu ngopi. Yaitu kisah ributnya dua engineer senior. Yang menarik adalah kisah ini puluhan tahun kemudian menyadarkan saya suatu prinsip managerial yang luar biasa penting untuk tidak over analysis. Tokoh dalam cerita … Lanjutkan membaca 38-Halah Kesuwen: Konflik Dua Engineer dan Seni Pengambilan Keputusan Dalam Keterbatasan

37-Belajar Mengurai Keruwetan Pikiran ala Marcus Aurelius dan Imam Ghazali

Sepertinya kita yang hidup di dunia modern sekarang ini sudah langganan dengan keruwetan pikiran. Untungnya, ada kebiasaan untuk mengurai keruwetan pikiran yang bisa kita tiru dari Marcus Aurelius (Kaisar Romawi) dan Imam Ghazali (Rektor Universitas Nizamiyah di zaman kekhalifahan Abbasiyah). Hal ini penting karena kita hidup dalam dunia yang berkejar-kejaran dengan waktu dan tugas-tugas. Pagi-pagi … Lanjutkan membaca 37-Belajar Mengurai Keruwetan Pikiran ala Marcus Aurelius dan Imam Ghazali

36-Pencuri yang Diampuni? Belajar Berpikir Sistemik Pada Sang Khalifah

Pernah mendengar cerita Khalifah Umar bin Khattab yang menolak menghukum pencuri di Tahun Ramada? Ini sebuah cerita yang relevan untuk para pemimpin atau leader tentang bagaimana pentingnya berpikir sistemik untuk menjalankan organisasi. Sebagaimana kita tahu, hukuman bagi pencuri di masa itu adalah potong tangan. Akan tetapi, dengan kebijaksanaan dari Khalifah Umar r.a., pencuri makanan di … Lanjutkan membaca 36-Pencuri yang Diampuni? Belajar Berpikir Sistemik Pada Sang Khalifah