Sebenarnya tidak ada orang yang malas belajar. Seseorang bisa saja mengatakan saya adalah orang yang malas belajar, tetapi sebenarnya yang dimaksud adalah ‘saya malas belajar dengan cara tertentu, atau saya malas belajar tentang topik tertentu’.

Karena “belajar” dalam maknanya sebagai pemenuhan rasa ingin tahu, adalah fithrah dasar manusia, yang ada pada setiap orang.

YANG MEMBEDAKAN MANUSIA DENGAN MAKHLUK LAINNYA

Seorang guru mengatakan, bahwa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yang membuat manusia ditinggikan derajatnya, adalah ilmunya bukan “akal”.

Karena, kalau masalah akal, maka hewan pun berakal, contoh saja kita lihat hewan berang-berang, begitu hebat bisa membangun bendungan, atau burung gagak bisa memecahkan biji-bijian dengan bebatuan, tanda bahwa mereka berakal, akan tetapi masalahnya hewan tidak diberi ilmu sebanyak porsi yang diberikan kepada manusia.

Di dalam kitab suci pun juga digambarkan seperti itu, saat malaikat mempertanyakan mengapa mereka harus tunduk kepada Adam (manusia), maka diceritakan bahwa salah satu kelebihan Adam adalah dia mengetahui nama-nama benda. Diajarkan kepada Adam a.s. Ilmu yang tidak diajarkan kepada malaikat.

Maka, dengan ilmu manusia menjadi ditinggikan derajatnya, dilebihkan atas makhluk yang lain.

Nah, proses memperoleh, memahami, mengembangkan pengetahuan atau ilmu inilah yang disebut dengan belajar.

FITUR BAWAAN (RASA INGIN TAHU)

Saya merasakan bahwa kita sebagai manusia sudah ditanamkan semacam program rasa ingin tahu yang mendorong kita untuk bertanya-tanya. Rasa ingin tahu ini adalah fitur bawaan manusia, yang membuatnya bergerak mencari jawaban, dan pada akhirnya menjadi lebih banyak ilmunya ketimbang makhluk lainnya.

Dan rasa ingin tahu ini tidak hilang dimakan zaman, akan tetap ada meski kita sudah berumur. Hanya saja hal-hal yang kita ingin ketahui itu biasanya berubah bentuknya seiring bertambahnya usia.

Rasa ingin tahu akan sesuatu ini bisa didorong oleh “minat”, secara natural kita tertarik akan sesuatu, atau bisa didorong oleh masalah, seseorang ingin memecahkan sebuah masalah yang dihadapinya maka dia belajar tentang sesuatu. Biasanya orang-orang sebut hal ini dengan pain and gain.

Pain adalah sesuatu yang menyakitkan, yang kita ingin berlari darinya (misalnya sebuah masalah atau problem), dan gain adalah sesuatu yang kita sukai dan kita ingin mendekat padanya (misalnya, cita-cita).

Baik pain dan gain akan mendorong kita belajar sesuatu, ingin mengetahui sesuatu, sehingga kita menjadi belajar.

CARA BELAJAR

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara manusia belajar? Bagaimana manusia memperoleh pengetahuan akan sesuatu?

Ada beberapa cara manusia memperoleh ilmunya, antara lain dengan pengalaman langsung (empiris). Misalnya anak kecil mengetahui bahwa api itu panas karena tidak sengaja memegang api lilin. Maka akhirnya dia belajar sesuatu.

Ada juga cara belajar dari orang lain, atau dengan observasi. Misalnya seorang anak yang belajar cara berdagang dan negosiasi lewat mengamati orang tuanya yang seorang pedagang.

Ada juga lewat penalaran dan logika, misalnya dengan melihat burung merpati bisa terbang, burung pipit bisa terbang, maka anak kecil melihat burung hantu dan menebak jangan-jangan burung hantu bisa terbang juga.

Ada yang lewat percobaan. Misalnya uji coba di laboratorium, dan menganalisa hasilnya.

Dan ada juga lewat cara yang tidak umum yaitu intuisi, atau insight. Misalnya Newton mendapatkan ide bahwa ada sebuah gaya yang menarik benda ke bumi, saat melihat apel jatuh. Lalu kemudian intuisi itu diteruskan lewat penalaran dan percobaan, dst.

Singkatnya, banyak cara untuk seseorang bisa memperoleh pengetahuan, banyak cara untuk belajar.

TIPS BELAJAR

Sekarang bagaimana tips yang baik untuk belajar?

Tips pertama, saya selalu memulainya dengan mindset dulu. Pahami bahwa semua manusia sudah terinstal rasa ingin tahu dalam dirinya, saat kita sudah punya mindset ini maka kita menjadi lebih terbuka dan tidak menilai diri sebagai orang yang malas belajar, karena “belajar” adalah sifat bawaan manusia.

Tips kedua, mulai belajar dari hal yang dekat. Dari sesuatu yang kita minati. Atau dari suatu masalah yang di hadapi. Jangan belajar random.

Misalnya, kita kok ada rasa di hati tertarik sekali untuk main gitar, maka kita bisa belajar tentang gitar. Baik mencoba langsung, atau belajar lewat youtube, dst. maka belajar akan menjadi lebih mudah karena ada pendorongnya yaitu minat.

Atau bisa juga kita belajar karena didorong oleh masalah, misalnya lagi ada problem di kantor, maka kita tergerak belajar tentang excel untuk mempermudah kita melakukan analisa data. Belajar akan lebih mudah karena ada reason-nya.

Tips ketiga, temukan cara belajar kita sendiri. Karena seperti yang dibahas di awal, belajar itu banyak caranya, maka tidak usah memaksa diri untuk belajar dengan metoda yang kita tidak sukai. Kalau tidak suka baca, ya bisa lewat observasi. Kalau tidak suka observasi ya bisa lewat baca dulu, baru dicoba, dst….

Yang pokok adalah saat kita belajar karena didorong oleh minat atau didorong oleh ingin memecahkan suatu masalah maka belajar akan lebih mudah meskipun lewat metoda apa saja, karena ada alasannya. Tapi tetap pilihlah metoda kita sendiri.

Tips terakhir, ajarkan yang sudah diketahui.

Dengan mengajarkan hal yang kita ketahui, maka kita akan semakin paham akan ilmu tersebut. Bisa diajarkan secara verbal, dibagikan lewat youtube atau blog, atau dengan cara lainnya yang intinya kita berbagi dengan orang lain, sehingga ilmunya menjadi berkah.

Bagaimana menurut anda? Adakah tips lainnya, silakan berbagi.

Tinggalkan komentar