Apakah anda pernah mengalami ketakutan yang serupa? yaitu keengganan untuk berkarya, dan keengganan untuk tampil? Padahal, di dalam diri anda selalu anda dorongan yang membakar untuk berbuat sesuatu. Untuk berkarya.

Jika anda merasakan hal tersebut, maka anda tidak sendirian. Saya pun mengalaminya, dan banyak sekali orang lain di jagad raya ini mengalami hal serupa.

Di dalam diri manusia, ada dorongan untuk mengaktualisasikan diri. Dorongan ini maksudnya adalah dorongan untuk menyalurkan potensinya masing-masing. Dan dorongan ini merupakan fithrah setiap orang, meskipun bentuknya berbeda-beda, tergantung potensi seseorang tersebut.

Ada satu buku yang mempengaruhi cara pandang saya, dan membuat saya menjadi lebih berani berkarya, yaitu buku dari Austin Kleon yang berjudul “Show Your Work”.

Inti dari buku itu kurang lebih begini: bagaimana kita akan mendengar suara kita sendiri, kalau kita tidak pernah berbicara?? Untuk mendengar “suara” kita sendiri ya kita harus “berbunyi” baru suara kita bisa kita dengarkan.

Maksudnya, bagaimana kita akan mengenali diri kita sendiri, jika kita tidak pernah “mengeluarkan Potensi” diri kita. Salah satunya ya dengan jalan berkarya sesuai potensi masing-masing.

Dengan berkarya, misalnya menulis, membuat YouTube, atau sharing cerita, atau membuat lagu, atau berkebun dan mengajari teknik-tekniknya pada orang lain, apapun itu. Kita menjadi lebih mengenali diri kita sendiri, mengetahui potensi kita dan kekurangan kita.

Intinya bukan pada produk hasilnya, tetapi pada proses terus-menerus mengenali diri dan bertumbuh. Karena kalau tidak dikeluarkan dalam sebuah karya, memang mengenali diri kita menjadi sulit.

Setelah karya-karya kita terwujud, maka kita semakin kenal dengan diri kita. Menjadi tahu sukanya ini, tidak sukanya ini, bisanya ini, kurang-lancarnya disini, ketakutan-ketakutan terbesar kita apa, dan seterusnya.

Setelah kenal dengan diri kita, menerima diri sendiri, maka tahap berikutnya adalah tahu potensi lalu mengembangkannya, setelah itu dorongan berikutnya yang akan muncul adalah dorongan untuk berbagi. Karena hidup yang hanya untuk diri sendiri adalah hidup yang kerdil.

Siapapun dia, yang terus menerus mengeluarkan potensinya sebagai sarana dia mengenali dirinya sendiri lalu bertumbuh, akan merasa terpanggil untuk berbagi. Jadi dorongan besar kita untuk memunculkan karya bukan karena ingin tampil tetapi karena hasrat berbagi.

Maka lewat berbagi dengan karya itulah kita terhubung dengan orang lain dan saling memberi manfaat. Karya kita tidak perlu menggapai semua orang, cukuplah karya itu terhubung dengan orang yang memang membutuhkannya.

Pada gambar di atas, rekan-rekan bisa melihat beberapa thumbnail YouTube yang saya pernah buat.

Dari yang mulanya sama sekali tidak bisa membuat video, lalu kemudian belajar membuat video sekedarnya, lalu kemudian menyadari bahwa ketertarikan natural saya tidak pernah bergeser dari tema personal development and spirituality maka saya kembali mengulik tema itu dan mengaitkannya dengan kehidupan profesional saya sebagai seorang manager di dunia Oil and Gas Services.

Banyak juga hal lainnya yang saya pelajari semisal copywriting dll. dimana ternyata kita mengira kita sudah mahir tapi rupanya di luar sana banyak sekali yang lebih handal daripada kita. Jadi semakin melihat dunia dalam pandangan yang lebih luas.

Semuanya mewujud lewat jalan berkarya.

Jadi yang masih ragu-ragu untuk berkarya dan berbuat, ayo dimulai saja. Kita tidak berkarya untuk orang lain, tetapi pada mulanya kita berkarya untuk diri kita sendiri. Sebagai jalan mengenali diri.

Nanti pada gilirannya, kita akan terhubung sendiri dengan orang-orang yang butuh secuplik dari apa yang kita pahami, sebagai cara saling belajar.

Buat rekan-rekan yang tertarik dengan video bahasan personal development and spirituality bisa mampir di link ini ya http://www.youtube.com/@RioBennyArya

Tinggalkan komentar