Anda jenuh dengan tekanan kerja? Anda mengalami kelelahan karena setiap hari anda menghadapi rutinitas yang klise dengan serangan ratusan email dan hantaman pendar layar monitor komputer ke mata anda? Barangkali anda harus mencoba berlatih beladiri sebagai salah satu sarana melepas stress kerja anda.
Memang tidak ada kaitan secara langsung antara beladiri dan dunia kerja, tetapi falsafah-falsafah beladiri banyak sekali yang berguna dan bisa anda terapkan dalam keseharian.
Kalau kita lihat, banyak orang-orang terkenal dalam dunia bisnis, dunia kerja, ternyata juga menekuni beladiri. Ambil contoh Mark Zuckerberg, sang CEO Meta yang fenomenal itu, meskipun terlihat awkward, kaku-kaku gimana gitu, ternyata Mark itu seorang pembelajar beladiri lewat BJJ (Brazilian Jujitsu).

Mark Zuckerberg belajar beladiri
Kononnya juga Elon Musk CEO space-X belajar Judo, dan masih banyak nama-nama lain yang saya juga ndak terlalu kenal, Joris Merks-Benjaminsen Head of Research Google. Jeannette Wing VP Of Microsoft Research International, dan banyak lagi.
Ada apa dengan beladiri, dan kenapa mereka belajar beladiri?
Seorang rekan kerja, memberi saya satu buku yang sangat bagus dari seorang founder beladiri Karate Shotokan (Gichin Funakoshi), judul bukunya Karate-Do Kyohan. Dalam buku tersebut, founder Karate Shotokan itu menuliskan setidaknya ada tiga manfaat beladiri:
- Manfaat dari segi kesehatan.
Manfaat dari segi kesehatan ini memang jelas kelihatan ya, karena beladiri memang salah satu bentuk olahraga, yang punya efek positif terhadap kesehatan. Apalagi yang memang serius dan menekuni beladiri sampai menjadi profesional. - Manfaat dari segi Self Defense.
Manfaat dari segi pertahanan diri ini juga gampang dilihat. Karena memang idenya beladiri adalah mengajarkan kita pertahanan diri. Meskipun kalau menurut Gichin Funakoshi dalam bukunya, manfaat yang satu ini (life and death situation) barangkali hanya sekali terjadi seumur hidupnya, atau bahkan mungkin tidak pernah dialami seumur hidup praktisi beladiri, dan lebih baik tidak pernah terjadi. - Manfaat dari sisi spiritualitas.
Manfaat yang terakhir ini yang sering terlupakan, karena tidak terlihat secara langsung, tetapi ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaat beladiri dari sisi spiritualitas, seperti yang disampaikan Gichin Funakoshi ini, maksudnya adalah berkaitan dengan pengembangan diri (self development) secara internal.
Jika kita ingin mengambil manfaat dari sisi self defense-nya saja, beladiri mungkin kalah efektif ketimbang beli senjata seperti pistol. Sekali tembak selesai, lebih cepat untuk self defense, hehehehe.
Jika kita ingin mengambil manfaat dari sisi kesehatan dan atletisitasnya saja, mungkin olahraga lain juga bisa memberikan manfaat yang sama, dan jika ingin menekuni beladiri sampai menjadi professional atlet lebih susah lagi. Tidak semua orang bisa, karena mayoritas kita adalah pekerja yang harus pergi pagi pulang malam, dan tidak semua orang juga harus jadi atlet bukan?
Akan tetapi, dari sisi spiritualitasnya, hal ini bisa diambil manfaatnya oleh semua kalangan. Oleh karena itu, masih menurut Gichin Funakoshi, beladiri haruslah diterapkan bertahap (incremental), sesuai dengan perkembangan masing-masing orang, dan haruslah bisa diterapkan mulai dari anak muda sampai dengan orang tua kakek-nenek. Karena idenya sebagai media belajar sepanjang hayat.

Orang tua belajar beladiri
Beladiri dalam sisi self development (spiritualitas) yang bertahap dan seumur hidup inilah yang seringkali relevan dengan kehidupan kita, tua-muda, termasuk juga kehidupan perkantoran.
Seorang CEO yang berlatih beladiri, saya pernah baca artikelnya, mengatakan dia lebih banyak belajar leadership dari beladiri ketimbang dari training-training yang dia ikuti.
Karena dalam beladiri selain gerak tubuh kita juga akhirnya mengenali gerak emosi kita sendiri. Mulai dari merasa jago, sampai akhirnya sadar kita ga ngerti apa-apa. Mulai dari semangat meletup-letup pengen langsung bisa, sampai akhirnya menyadari bahwa beladiri ini lari maraton panjang sampai tua dan improvement perlahan setiap harinya. Mulai dari pengen super keras full contact, sampai akhirnya menyadari apa sih yang dicari? toh semua orang akhirnya akan tua dan melemah? Semua kesadaran-kesadaran itu adalah manfaat pengenalan diri lewat beladiri.
Mungkin itu juga yang menjadi alasan banyak nama-nama besar yang kita liat di awal cerita tadi, semua belajar beladiri. Karena manfaat self-development dan spiritualitasnya.
Menyempatkan sekian menit dari waktu kita setiap harinya, untuk berlatih beladiri apapun. Dengan perulangan yang bertahap dan terus menerus. Berusaha untuk mengalahkan bukan siapa-siapa melainkan diri kita sendiri. Dan berusaha untuk lebih baik dari diri kita yang kemarin, dari sisi gerakan, body mechanic-nya, dan seterusnya….ternyata punya efek meredakan stress juga.
Karena setelah berlatih dalam rentang tahunan bahkan puluhan tahun itu banyak praktisi beladiri yang akhirnya menemukan dirinya menjadi lebih paham tentang diri mereka sendiri, lewat medium latihan beladiri itu.
Jadi, langsung saja, kalau anda jenuh di kantor dan capek melewati hari, sempatkan waktu weekend anda untuk daftar beladiri, dan jadilah satu diantara sekian orang yang mendedikasikan tahunan hidupnya untuk tumbuh bertahap lewat beladiri. Sehingga punya bekal melewati tekanan kerja, hehehe.
Note: dibawah ini snapshot saya dan teman-teman berlatih beladiri Tsufuk Indonesia, di Sport Center UI, Depok. Sebuah beladiri yang akarnya dari Kungfu di perkampungan Muslim Cina Utara.
Dari sisi spiritualitasnya, beladiri ini lahir dari perkampungan muslim, dan jadi beladiri yang digunakan para da’i disana. Yuk yang mau ikutan bisa kontak lewat komen ya.

Belajar beladiri Tsufuk Indonesia
Di bawah ini, beberapa video yang saya pernah buat dalam kaitannya dengan beladiri dan self development.
