Saya ingin bagikan salah satu obat anti sombong, yang saya “pungut” dari kata-kata salah seorang mantan manajer saya di salah satu perusahaan, berapa tahun lalu. Apa itu?

Sebuah statement yang dia sampaikan kepada saya di saat kami baru saja usai dari makan siang, “erveryone is replaceable, including me.”

Belakangan saya baru tahu, quote itu kalau tidak salah kutipan dari kata-katanya Michael Sumacher.

Apa maksud dari kata-kata itu?

Mantan manajer saya itu menyampaikan kutipan itu dalam konteks rotasi atau perputaran karyawan dalam sebuah organisasi. (Bukan dalam konteks lain lho ya, hehehehe)

Sebuah organisasi yang sehat, adalah organisasi yang berdiri di atas sistem yang kuat. Dan konsekuensi dari hal tersebut adalah karena sistemnya kuat maka personel bisa diganti-ganti.

Dalam pandangan sebuah perusahaan yang kuat secara sistem, tidak ada personal yang terlalu hebat sehingga perusahaan tidak bisa berjalan tanpa dia.

Sebuah kenyataan yang pahit, tetapi benar secara fakta.

Kita ambil contoh, Steve Jobs. Contoh paling gampang. Setelah kepergian Steve Jobs, banyak orang merindukannya karena karakternya yang unik dan inovasi yang dahsyat yang dihasilkannya.

Apakah dengan kepergian seseorang sekaliber Steve Jobs itu maka Apple menjadi hancur?

Nyatanya tidak. Apple tetap berdiri dan berjalan seperti biasa, dan melakukan inovasi-inovasi seperti biasa, misalnya IPAD Pro. Kalau saya tidak khilaf inovasi ipad pro itu saat Steve sudah tidak ada.

Poinnya adalah tidak ada seseorang yang terlampau besar bagi sebuah organisasi atau korporasi yang kuat secara sistem. Maka siapapun bisa diganti. Everyone is replaceable.

Kutipan ini, tentunya maksudnya bukanlah untuk dimaknai secara negatif, atau misalnya diartikan bahwa setiap orang tidaklah berharga dan bisa digantikan dengan siapa saja. Melainkan, untuk dimaknai secara positif.

Misalnya, dari sudut kita sebagai karyawan, kita harus menyadari bahwa kita bukanlah orang yang paling terbaik sehingga membuat kita merasa besar. Kenyataan bahwa everyone is replaceable membuat kita tetap humble.

Di lain sisi, kita jadi menyadari bahwa sebuah organisasi yang besar dan kuat secara sistem memang mau tidak mau akan mendorong terjadinya rotasi. Perputaran posisi supaya orang-orang bisa berkembang. Hal ini membuat kita memiliki pijakan pemahaman untuk menjadi lebih “agile”, karena mau tidak mau kita akan mengalami rotasi, selayaknya fitrahnya sebuah organisasi besar.

Melihat fakta ini kita akan memiliki pijakan kepahaman yang pas mengapa kita harus selalu belajar dan bertumbuh. Karena kita hidup dalam era yang berputar cepat. Kita hidup dalam era dimana perusahaan, organisasi mau tidak mau akan memperkuat sistem, dan perubahan akan terjadi.

Maka kita sebagai pribadi harus terus belajar dan adaptif karena siklus akan terus berjalan, orang-orang datang dan pergi, termasuk kita. Maka kita harus belajar agar bisa beradaptasi dalam perputaran yang cepat ini.

Apakah anda melihat fakta yang sama?

Tinggalkan komentar