Sebuah kehormatan, untuk menjadi bagian dari team “campus recruitment” HALLIBURTON yang dilaksanakan baru-baru ini di dua tempat dalam waktu yang berdekatan. kampus UPN Jogjakarta dan kampus ITB Bandung.

Menyaksikan ratusan orang mengantri test masuk, membuat saya teringat proses yang saya juga pernah lalui beberapa tahun yang silam sebagai pencari kerja, dan sekarang saya berkesempatan untuk melihat proses ini dari sudut pandang “interviewer”.

Berikut beberapa insight yang saya dapatkan sepanjang perjalanan. Saya ringkas menjadi point yang penting saja:

Sebagai pencari kerja:

  1. Pelajari kemampuan storytelling. Di saat semua orang pintar, semua orang punya IPK menjulang ke langit, di era dimana semua data dan informasi didapat dengan begitu mudah dan murah, yang membuat kita menjadi berbeda adalah kemampuan untuk menyusun semua data dalam narasi yang baik.Kita hidup dalam era dimana tidak semata kemampuan analis yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan membuat narasi yang baik, sehingga cerita kita bisa tersampaikan dengan tepat.
  2. Semua orang ada tempatnya masing-masing. Pada akhirnya, perusahaan akan mencari seseorang yang cocok dengan budaya perusahaan tersebut. Tidak diterima dalam satu perusahaan bukan serta merta berarti kita tidak kompeten. Boleh jadi memang profile kita tidak cocok dengan posisi yang sedang dicari, dan hal itu sangat wajar. Jadi jangan berkecil hati.

Sebagai “recruiter”

  1. Berhati-hati dengan blindspot. Tidak ada satu personaliti khusus yang bisa menjawab semua persoalan. Saya pernah menemukan empat karakter orang yang sama sekali berbeda satu sama lain, tetapi masing-masing mereka sukses menjalankan perannya di perusahaan dengan gayanya masing-masing.Maka itu, agar terhindar dari “blindspot” dalam memilih kandidat terbaik, perlu adanya rekan dalam proses rekrutment yang memberikan pandangan berbeda. untuk memperkaya penilaian. Disinilah maka “diversity” menjadi penting untuk sebuah team.

Masih banyak insight lainnya, tetapi saya tulis lain kali saja. Semoga sukses selalu untuk semua yang terpilih dalam proses ini.

Saya mengutip kata-kata Rumi.

Everyone has been made for some particular work, and the desire for that work has been put in every heart.

Tinggalkan komentar