Kalau anda merasakan ini, bisa jadi anda mengalami cognitive overload.
Anda sering kelelahan meskipun tidak kemana-mana. work from home, tapi masih kelelahan. Atau bekerja di kantor dalam load kerja yang biasa, tetapi terasa lelah sekali.
Salah satu penyebabnya adalah terlalu banyak menyerap informasi sehingga mengalami kelelahan atau “fatigue”.
Stimulus yang kita anggap biasa-biasa saja (misalnya puluhan video pendek yang kita scroll di media sosial. Berbagai judul email yang masuk ke outlook. Dan ratusan stimulus yang kita terima setiap hari dari informasi dunia digital ini) berpengaruh besar sekali terhadap kinerja otak, begitu yang disampaikan David J. Levithin dalam bukunya The Organized Mind.
Semuanya diproses oleh otak kita, dan mengakibatkan setidaknya dua imbas: pertama kelelahan kognitif, kedua adalah kesulitan mengambil keputusan (karena terlalu banyaknya pilihan di era informasi digital).
Dulu, di zaman sebelum manusia menemukan tradisi “tulisan”, manusia mengandalkan memorinya untuk mengingat semua, dan memang ada batasnya.
Lalu kebudayaan manusia melesat setelah masuk era ditemukannya “tulisan”. Manusia, akhirnya memiliki cara untuk “menyimpan” memorinya secara external, yaitu dengan menuliskannya.
Saat manusia menuliskan sebagian memorinya, atau ilmunya, atau hal yang dia pikirkan, maka otaknya bisa melakukan hal lainnya yang lebih penting, misalnya fokus terhadap analisa hubung kait informasi, ketimbang fokus menghapal.
Akan tetapi, setelah masuk tradisi tulisan, muncul masalah berikutnya yaitu bagaimana menyimpan data itu (storing), bagaimana meng-index-nya secara benar (indexing), dan bagaimana mengaksesnya secara mudah (accessing)?
Harusnya, problem itu bisa teratasi dengan kemampuan teknologi digital. Hanya saja kebanyakan orang masih menyimpan datanya dengan cara yang sederhana.
Kita hidup di era digital, tetapi metoda menyimpan memori secara eksternal masih seperti era lama.
Sehingga, alih-alih dimudahkan, kita hanya terkena imbasnya saja di era digital. Dihujani informasi yang overload. Kita semakin lelah.
Bagaimana solusinya?
Manfaatkan teknologi. Gunakan teknologi untuk mencatat sehingga otak kita bisa lebih fokus pada hal yang penting, yaitu analisa.
Synchronize antar device sehingga catatan anda bisa diakses dimana saja. Gunakan indexing yang bagus, dengan tags, dan buat kategorisasi yang memudahkan anda me-retrieve data. Akan lebih membantu lagi jika antar satu dan lain catatan dibuat berhubung kait dengan link.
Banyak tools-tools yang memudahkan kita untuk melakukannya. Targetnya bukan hanya mencatat, tetapi membuat sebuah sistem seperti wikipedia personal kita, yang membantu kita dalam keseharian.
Istilahnya Building a second brain.
Sehingga kita bisa terhindar dari cognitive overload (informasi tidak kita biarkan menumpuk di dalam otak), dan terhindar dari kesulitan mengambil keputusan (informasi kita bisa diakses secara cepat).
Apakah anda sudah mencobanya?
