Apakah anda termasuk dalam orang-orang yang disebut beruntung karena merasakan peralihan dalam perkembangan teknologi digital?

Barangkali saya dan anda yang masuk dalam kategori awal-awal gen Y (millenials) merasakan pengalaman itu.

Sempat punya pengalaman mengetik dengan komputer yang besar dan berisik dengan monitor tabung. Tapi mengalami pula era dimana laptop dan wifi menjadi gaya hidup. Menjadi saksi peralihan antara disket menuju flash drive, dan menjadi saksi pula kelahiran awal-awal media sosial.

Di luar perubahan teknologi itu, generasi ini (saya termasuk di dalamnya) menjadi saksi perubahan ekspresi manusia dalam dunia digital, dan perubahan cara berpikir.

Kita tampil dalam identitas digital dan menjadi lebih ekspresif. Misalnya menulis di laman sosmed, blogging (disamping ekspresi yang lebih canggih lagi semisal vlog, video-video pendek Tiktok dan Reels).

Di era-era sebelum digital berkembang pesat, ide interkoneksi yang luas seperti ini agak asing. Orang-orang menulis dalam diary yang tertutup rapat. Segelintir orang menulis di buku atau surat kabar jika memang ditujukan untuk berbagi pikiran. Tetapi mayoritas orang tidak terbiasa menulis yang memang dibaca publik.

Era kemudian berubah dengan kemudahan digital, dimana semudah “klik” untuk membuat sebuah posting di medsos atau blog, semudah klik untuk berbagi video dan audio, dan orang-orang bisa langsung terkoneksi.

Saya sendiri pernah mencoba berbagai macam ekspresi digital, dari mulai blogging, lalu ke YouTube (meskipun segitu-gitu aja subscribernya, hehehe), lalu masuk ke video-video pendek Tiktok dan Reels, lalu podcast spotify. Tidak termasuk postingan-postingan notes FB dan juga micro posting seperti Twitter, dll.

Yang intinya manusia semakin menemukan kanvas-nya untuk berekspresi dan manusia semakin gampang terkoneksi satu sama lain.

Dari semua media ekspresi itu, yang saya rasakan adalah bahwa media tulisan memiliki nuansanya sendiri. Pengunjung media tulisan (utamanya blog) rata-rata adalah orang-orang yang memang ingin membaca, karena tidak bisa scroll scroll pendek di blog.

Tulisan secara umum memang punya kelebihan. Misalnya, dibandingkan video, tulisan lebih bisa merangkum apa yang ingin disampaikan dalam poin-poin yang ringkas, tanpa perlu menonton keseluruhan video, poin-poinnya bisa langsung disimak di tulisan.

Dan beberapa lagi kelebihan lainnya, utamanya dari sisi creator, tidak butuh banyak resources, tinggal ketik, tidak usah mikirin audio video, hehehe.

Terlepas dari bahasan tulisan (blog) sebagai media penyampai, yang paling penting adalah terkoneksi dengan orang-orang. Karena setiap orang membutuhkan orang lain agar fungsinya di dalam hidup ini menjadi utuh.

Seorang dokter membutuhkan orang lain sebagai pasien, agar dirinya menjadi utuh dan merasa ada “gunanya” dalam konstelasi hidup, yaitu sebagai dokter. Seorang penyanyi butuh audiens. Seorang guru butuh orang lain sebagai murid, dan seterusnya.

Ide bahwa semua orang harus saling terkoneksi inilah yang membuat saya terus kembali menulis dan berkarya semampu saya.

Agar menjalankan fungsi dalam hidup.

Apakah anda sudah terkoneksi dan menjalankan fungsi anda hari ini?


Image sources

Tinggalkan komentar